Destinasi Liburan ke Eropa : Menengok Rumah Lego Raksasa yang Unik di Denmark

Destinasi Liburan ke Eropa : Menengok Rumah Lego Raksasa yang Unik di Denmark

Unik dan menarik !

Mungkin itu kata yang tepat untuk menggambarkan destinasi wisata ini, terutama untuk sobat traveler yang ingin liburan ke Eropa.

Setelah melalui kerja keras dan imajinasi selama empat tahun, Rumah Lego yang terletak di Billund, Denmark, akhirnya berhasil dibangun. Pembukaan Rumah Lego ini juga dihadiri oleh pihak Kerajaan Denmark, yakni Pangeran Frederik dan Putri Marry.

Rumah Lego Raksasa ini memiliki luas sebesar 12.000 meter persegi dan terasa begitu menyenangkan karena dipenuhi 25 juta blok bangunan berwarna-warni.

“Dengan bricks Lego, Anda bisa mengekspresikan diri secara kreatif dan membuat sesuatu yang bisa dibayangkan,” kata pemilik Lego generasi ketiga, Kjeld Kirk Kristiansen, dalam sebuah pernyataan.

Dirancang oleh perusahaan arsitektur Bjarke Ingels Groups (BIG), Lego House terlihat begitu mencolok karena terdiri atas 21 bricks atau “batu bata” besar yang saling bertumpuk satu sama lain hingga membentuk blok bangunan mainan. Di dalam rumah ini pengunjung akan menemui banyak harta karun berupa pengalaman dan pameran tak terlupakan.

Dikutip CNN, rumah ini memiliki dua area pameran dan empat area bermain. Lalu, setiap zona didasarkan pada empat warna yang berbeda, dan masing-masing warna memiliki tema yang berbeda.

  • Merah untuk keterampilan kreatif,
  • Biru untuk keterampilan kognitif,
  • Hijau untuk keterampilan sosial,
  • dan Kuning untuk keterampilan emosional.

“ Semua kegiatan di rumah terkait dengan filosofi Lego kami bahwa belajar melalui permainan mengedepankan inovasi dan kreativitias.”sebut Jesper Bilstrup, CEO Lego House.

Rumah ini menampilkan kreasi Lego yang dibuat para penggemar dan mendorong pengunjung untuk menciptakan kreasi mereka masing-masing. Selain arena bermain Lego yang sangat luas, Rumah Lego ini juga memiliki restoran dan ruang bermain di luar ruangan.

Rumah Lego juga berjanji untuk menjadi pusat perhatian turisme di Denmark. Billund juga merupakan rumah bagi taman asli Legoland yang pertama kali dibuka pada 1968.

Saat ini para wisatawan yang tiba dengan naik pesawat ke Kota Denmark akan menyaksikan delapan balok cahaya yang memancar dari brick utama Lego di atas Lego House.

Harga Tiket Masuk Rumah Lego 

Adapun tiket untuk masuk Rumah Lego bisa dibeli secara online. Harga tiketnya yakni USD 30 (Rp. 403.000,-) untuk kategori dewasa berusia 13 tahun ke atas dan anak-anak berusia 3 tahun hingga 12 tahun. Adapun balita berusia 0-2 tahun bisa masuk secara gratis.

Nah, berminat untuk menjadi Rumah Lego Raksasa di Denmark sebagai salah satu agenda tujuan saat liburan ke Eropa nanti travelers ?

sumber artikel : Koran Sindo, 6 Oktober 2017 (susi susanti)

sumber gambar : lego.com

Destinasi Liburan ke Eropa : Menelusuri Sungai Seine yang Romantis di Paris

Destinasi Liburan ke Eropa : Menelusuri Sungai Seine yang Romantis di Paris

Alhamdulillah, sahabat-sahabat KampungTraveler ada juga di berbagai sudut dunia,

Salah satunya yang sedang berkunjung di Sungai Seine, Prancis.

Apa Itu Sungai Seine ?

Sungai Seine adalah sebuah sungai utama yang terletak di negara Perancis bagian barat laut. Sungai ini merupakan salah satu jalur lalu lintas air komersial dan juga menjadi sebuah tujuan wisata ke Eropa, khususnya bagian yang terletak dalam kota Paris. Nama Sungai Seine sendiri berasal dari kata Sequanus dalam bahasa Latin.

Sungai Seine membelah kota Paris menjadi dua bagian yang dalam bahasa Perancis disebut dengan istilah la rive droite (“tepi kanan”) dan la rive gauche (“tepi kiri”). Adapun yang dimaksud dengan tepi kanan adalah Paris Utara dan tepi kiri adalah Paris Selatan. Sungai Seine terletak tidak jauh dari Notre Dame de Paris.

Sungai ini memiliki panjang sekitar 777 km dan menjadi salah satu jalur air komersial yang membelah kota Paris menjadi dua bagian, kanan dan kiri. Sungai Seine mengalir melalui Paris dan masuk ke Selat Inggris di Le Havre. Ada 37 jembatan di Paris dan puluhan lainnya mencakup sungai di luar kota.


Pilihan Wisata di Sungai Seine

source : en.wikipedia.org

Jika Anda sedang merencanakan wisata liburan ke Eropa yang romantis, maka obyek wisata ini bisa menjadi salah satu destinasi yang patut Anda tuju. Dilansir dari sumber National Geographic, menelusuri sungai Seine dengan bus air merupakan pilihan tepat sambil menikmati beragam obyek wisata di kota itu. Dengan harga relatif terjangkau berkisar 14 euro untuk dewasa dan 7 euro untuk anak-anak.

Terdapat banyak sajian makanan dan minuman saat anda ikut dalam tour bus air. Bus kapal akan menyusuri sungai dan terdapat tujuh tempat pemberhentian yang semuanya merupakan ikon wisata di Paris yakni, Musée d’Orsay, St-Germain-des-Prés, Notre-Dame, Jardin des Plantes, Hotel de Ville, Louvre, Champs-Elysées, lalu kembali ke Menara Eiffel.

Jembatan Gembok Cinta di Ponts de Arts

Selama perjalanan menelusuri Sungai Seine, akan ditemukan juga pemandangan yang unik di area Ponts de Arts yang dikenal dengan jembatan gembok cinta.

Entah siapa yang memulai kebiasaan ini, tapi jembatan ini penuh dengan pasangan yang menaruh gembok cintanya di jembatan lalu membuang kuncinya di Sungai Seine.

Mereka meyakini dengan memasang gembok yang telah ditulisi nama, lalu kunci gembok dibuang ke dasar sungai maka cinta mereka akan abadi. Kepopuleran gembok cinta ini juga menginspirasi munculnya jembatan gembok cinta di daerah lain, seperti bisa Anda temukan di Seoul Tower, Korea Selatan.

Sebenarnya, otoritas pemerintah di kota Paris telah melarang pemasangan gembok cinta karena jembatan pernah runtuh di tahun 2015, namun hingga kini masih ada juga yang diam-diam memasang gembok cinta di tempat ini.

source : cruisecritic.com

Berdasarkan pengalaman mereka yang pernah naik kapal pesiar menyusuri Sungai Seine membutuhkan waktu sekitar 60 menit. Jika sobat traveler menyusuri Sungai Seine menggunakan bus air, usahakan untuk berakhir di Menara Eiffel pada sore hari, karena suasana akan terasa benar-benar romantis saat pergantian terang ke gelap. Menara Eiffel akan semakin semarak beserta lampu kuning dan kerlap-kerlip laksana bintang. Di sekitar tempat pemberhentian terdapat banyak kios-kios souvenir jika ingin membeli oleh-oleh disini. Ada banyak cinderamata, baik itu miniatur Eiffel, pakaian, dan pernak-pernik lainnya.

sumber-sumber artikel :
https://id.wikipedia.org/wiki/Sungai_Seine
http://nationalgeographic.co.id/berita/2016/01/sungai-seine-menara-eiffel-dan-romantisme-paris/3
http://travel.kompas.com/read/2015/12/28/104005327/Sungai.Seine.Eiffel.dan.Gembok.Cinta
https://lifestyle.okezone.com/read/2017/10/19/406/1798889/backpacker-diary-indahnya-menyusuri-sungai-seine-paris-dengan-kapal-pesiar-cuma-bayar-rp200-ribuan?page=2
sumber-sumber foto :
http://www.barokahjourneys.com
http://www.en.wikipedia.org
https://www.cruisecritic.com/articles.cfm?ID=1732
Menemukan Kehangatan Di Tengah Dinginnya Korea Selatan

Menemukan Kehangatan Di Tengah Dinginnya Korea Selatan

Ntah sudah berapa kali penulis mengunjungi kota ini. Seoul: Ibu Kota Korea Selatan.

Baik untuk kunjungan singkat (hanya beberapa jam saja sampai beberapa hari), ataupun  juga untuk kunjungan yang cukup lama (lebih dari sebulan).

Seoul adalah sebuah kota yang maju dan terbangun dengan sangat baik namun tetap hangat dan ramah untuk para pengunjungnya.

Penulis mengingat waktu pertama kali mengunjungi kota ini. Hanya datang berbekal alamat homestay yang sudah dibook melalui sebuah situs pemesanan hotel. Cukup sulit menemukan alamat homestay tersebut saat itu  sehingga terpaksa penulis bertanya pada seorang polisi yang tengah duduk-duduk di depan kantornya yang terletak di sebuah gang kecil di daerah Dongdaemun.  Karena tidak cukup cakap berbahasa inggris, spontan si petugas polisi mengumpulkan rekan-rekannya yang saat itu juga sedang ada di kantor. Mereka mengerubungi kertas kecil bertuliskan alamat homestay tersebut. Dan tidak beberapa lama salah seorang dari mereka mengambil mobil patroli, mempersilakan saya masuk ke mobil dan mengantarkan saya sampai tempat tujuan.

Itulah kesan pertama penulis tentang Korea. Korea yang dingin namun penuh dengan kehangatan. Tidak jauh berbeda dengan kehangatan yang mereka tampilkan dalam film-film drama korea.

Dan sejak saat itu, Seoul seolah menjadi taman bermain buat penulis. Dan bukan hanya Seoul karena penulis  cukup beruntung untuk dapat berkunjung dan menyelami kehidupan di kota-kota lain di Korea Selatan seperti Busan, Daejeon, Gumi, Seosan, Gapyeong, Sokcho, Ansan dan banyak lagi.  Dan setiap kota dan sudutnya menyimpan berjuta cerita.